Pisau

Pisau

tapi kau menyuapi kami dengan kekecewaan

lapar….. haus…..

ya, lapar ini kau yang buat

haus ini kau yang buat

derita ini kau juga

hingga akhirnya menjadi pisau

ya, pisau revolusi

kau yang mengasah pisau ini dengan kelaparan

kau yang mengasah pisau ini dengan kehausan dan penderitaan

dengan pisau ini kan kuhunus nafsumu

memotong ambisimu

dan mengebiri kerakusanmu

hingga kau tertatih-tatih memohon kepada kami

memohon dan terus menjilat..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.